Teknik Fotografi ( Panning, Slow Speed, Freezing )

Tips Memotret Panning

Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning:

  1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
  2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
  3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
  4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
  5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
  6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
  7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
  8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah! 

Slow Speed

Teknik fotografi slow speed (kecepatan rendah) ini adalah salah satu teknik terpenting dalam dunia fotografi, terutama dalam bidang landscape (pemandangan alam). Istilah lain yang sering digunakan untuk teknik ini adalah teknik long exposure. Marilah kita diskusikan teknik ini secara mendalam, agar kita dapat menguasainya dan menambah pengetahuan kita agar dapat menciptakan karya yang luar biasa.
 

6 Teknik Shutter Speed Kreatif Pada Fotografi Landscape

Ada banyak cara untuk menambah ekspresi dan mood pada hasil foto landscape, kadang cukup dengan mengubah parameter shutter speed kita bisa memperoleh variasi foto yang kaya dan lain dari foto kebanyakan. Berikut diantaranya:

1. Shutter Speed Kreatif  Pada Foto Landscape: Air Terjun

Air terjun slow shutter speedf/22, 2,5 detik, ISO 100, 22mm
Cara paling dramatis memotret air terjun, atau aliran air adalah dengan menggunakan shutter speed yang super lambat. Perhatikan pada foto diatas, setting aperture pada f/22 dan ISO 100 digunakan untuk memperoleh shutter speed yang hanya 2,5 detik, sehingga air terlihat seperti kapas. Saat mendung menggelayut (yang artinya shutter speed lambat), cobalah cari air terjun atau sungai yang cukup bersih dari sampah lalu gunakan teknik ini. Lebih ideal lagi kalau anda punya filter ND dan polarisasi, tapi itu bukan syarat mutlak. Jangan lupa, untuk shutter speed serendah ini, bawa tripod.
4634632088 67ec905b16 bf/22, 1 detik, ISO 100, 20mm

2. Shutter Speed Kreatif Pada Foto Landscape: Jejak Lampu

Membuat foto jejak lampu (light trail, traffic trail) pas dilakukan saat malam atau remang. Hindari jalan yang terlalu macet, karena berapapun lambatnya shutter yang  digunakan, lalu-lintas yang macet tidak bergerak tidak akan menghasilkan foto light trail yang keren. Teknik membuat foto jejak lampu, sudah dibahas belfot disini, silahkan dilongok.
Medium 6008840604f/16, 30 detik, ISO 100, 35mm

3. Shutter Speed Kreatif Pada Foto Landscape: Buih Laut/Aliran Air Sungai

Kalau anda memiliki filter ND, anda bisa mencoba teknik ini saat sore hari. Cobalah memotret ombak lautan (aliran air sungau kalau laut jauh dari jangkauan) dengan menggunakan shutter speed 5 detik atau lebih lambat, dengan begitu ombak dilautan akan terlihat seperti kapas lembut atau bahkan kabut super lembut. Semakin lambat shutter speed anda, riak dan gelombang akan makin terlihat dramatis dan makin mirip seperti kabut atau bahan pualam yang mengkilap. Kalau anda punya filter ND “big stopper” yang mampu memangkas 3 sampai 10 stop cahaya, efek pualam tadi akan mudah dicapai.
Medium 15357738678f/8, 10 detik, ISO 200, 26mm
Medium 9517928523f/11, 10 detik, ISO 100, 55mm
Large 8337681026f/8, 25 detik, ISO 200, 23mm

4. Shutter Speed Kreatif Pada Foto Landscape: Membekukan Ombak

Kebalikan dengan teknik pada nomor 3 diatas, kali ini kita mencoba menggunakan shutter speed tercepat yang kita punya. Kalau memperoleh shutter speed lambat tidak bisa (memotret disiang hari atau tak membawa filter), jangan jadikan halangan, gunakan yang cepat. Saat memperoleh shutter speed diatas 1/250 detik, kreatiflah dengannya. Hentikan dan bekukan ombak, aliran air, riak air atau gerakan air apapun dengan kecepatan tersebut. Saat menggunakan teknik ini, makin panjang rentang fokal lensa anda serta makin canggih kemampuan anda menangkap momen, makin dramatis foto anda.
6717868175 89997dabfa zf/3.5, 1/300 detik, 75mm
Large 15913327227f/3.5, 1/1600 detik, iso 100, 190mm

5. Shutter Speed Kreatif Pada Foto Landscape: Foto Star Trail

Foto star trail alias jejak bintang membutuhkan banyak prasyarat: langit yang cerah, udara bebas polusi dan kesabaran yang tinggi, namun hasilnya memang priceless. Teknik ini dilakukan dengan membuka shutter kamera dalam periode yang lama dan berulang-ulang (untuk stacking,/em> nantinya. Belfot pun telah membahas teknik foto strat trail disini kalau anda tertarik mendalami lebih detail.
14921830910 273f28314b zf/2.8, 1200 detik x 3 stacking, ISO 100, lensa fisheye.

6. Shutter Speed Kreatif Pada Foto Landscape: Zooming

Teknik terakhir yang layak dicoba saat memotret landscape adalah teknik panning dan zooming pada obyek bergerak. Bagaimana melakukan teknik zooming telah ditulis disini. Dengan teknik ini, kita menggunakan kecepatan shutter sekitar 1 detik sampai dengan 5 detik, semua bergantung pada kreatifitas anda. Saat memotret landscape, teknik ini bisa dicoba pada pohon, apalagi saat anda menemukan corak dedaunan yang menarik atau bunga-bungaan yang menarik.
15283692270 9fb5a2ebeb zf/16, 3,2 detik, ISO 200, 18mm
Medium 69470705f/22, 1/8 detik, ISO 100, 18mm
Nah, selamat mencoba dan having fun dengan salah satu teknik diatas saat anda berburu foto landscape
 
 

Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority


Kalau anda sudah mulai mempelajari setting manual eksposur yang tersedia di kamera sekarang waktunya bermain-main dengan settingan yang ada. Di artikel ini kita akan membahas cara membekukan gerakan (motion freeze) menggunakan mode shutter priority.

Sekedar refreshing, seperti yang sudah ditulis sebelumnya shutter speed adalah besaran seberapa lama sensor melihat cahaya (alias eksposur) – baca kembali tentang shutter speed dan shutter priority.
Secara garis besar mempercepat maupun memperlambat shutter speed menghasilkan foto yang berbeda. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, semua tergantung pesan yang kita inginkan. Shutter speed super cepat membuat anda bisa membekukan gerakan burung terbang, memperlambat shutter speed membuat anda bisa menghasilkan foto panning yang menunjukkan pergerakan (baca tips memotret panning). Baik kita mulai:

Untuk Gerakan Super Cepat

Semakin cepat gerakan yang ingin anda bekukan dalam foto, semakin cepat shutter speed yang di butuhkan. Pada contoh foto diatas, shutter speed yang dipilih sangat cepat yakni sebesar 1/5000 detik. Shutter speed secepat itu dibutuhkan karena gerakan si peselancar memang sangat cepat, sementara saya berada diatas boat yang juga bergerak mendekat, jadi baik obyek maupun kamera saling bergerak secara relatif. Untuk itu kamera di set di mode shutter priority dan auto ISO serta focus di posisi continous (baca mode autofokus disini). Saya tentukan terlebih dahulu shutter speed di posisi 1/5000 sehingga kamera memilih aperture sebesar f/2.8.

Bagaimana untuk gerakan yang tidak seekstrim itu?


Foto ini menunjukkan orang yang sedang berjogging di pagi yang cukup cerah. Fotografer cukup membutuhkan shutter speed sedang (1/400 detik) dan itu sudah cukup untuk membekukan gerakant. Kenapa tidak perlu secepat contoh sebelumnya? karena gerakan orang jogging relatif lebih lambat dibanding selancar, plus karena fotografer dalam posisi diam serta karena bidang obyek (orang berlari) relatif paralel dengan bidang fokus kamera (tidak bergerak mendekat seperti contoh selancar).

Oke, satu contoh lagi:


Foto ini membutuhkan shutter speed sebesar 1/800 detik. Saya dalam posisi diam dan burung yang terbang sedang berusaha memperlambat gerakan, namun jarak burung dari saya cukup dekat (sekitar 6 meter) sehingga saya membutuhkan shutter speed sebesar 1/800 detik.
Tidak ada patokan resmi berapa shutter speed yang dibutuhkan untuk setiap situasi dimana kita ingin membekukan gerakan. Yang jelas anda harus langsung praktek, namun ada beberapa point yang bisa ditarik dari 3 contoh diatas.

Kesimpulan

Secara garis besar, untuk membekukan gerakan anda perlu mempertimbangkan beberapa hal:
  1. Kecepatan obyek itu sendiri, makin cepat obyeknya makin cepat shutter speed yang dibutuhkan
  2. Kecepatan relatif kita (fotografer) terhadap obyek. Kalau kita bergerak mendekat maka shutter speed yang dibutuhkan juga makin tinggi
  3. Jarak obyek. Semakin dekat jarak obyek dengan fotografer maka shutter speed yang dibutuhkan juga makin tinggi
  4. Panjang focal lensa anda. Semakin panjang focal lensa anda maka makin cepat shutter speed yang dibutuhkan.
Oke, selamat mencoba!!
kredit foto jogging: Mike Baird

sumber by http://belfot.com
 

0 komentar: